Menurutnya apa yang diajukan Gubernur merupakan bagian dari visi dan misi pemerintah daerah sekaligus menjadi program prioritas yang harus dilaksanakan, meski upaya mewujudkannya apakah melalui optimalisasi pendapatan daerah atau mencari alternatif pembiayaan lain,m yakni peminjaman, itu akan menjadi pembahasan bersama setelah di Komisi II.

“Secara umum dari sisi legislatif ini masih dalam pembahasan yang melibatkan komisi, badan anggaran dan seluruh fraksi. Tentu kami akan mendengar masukan dari semua pihak Namun, Fraksi Golkar pada prinsipnya mendukung gubernur mewujudkan visi dan misi tersebut,” ujarnya.

Eddy menambahkan, tidak adanya dukungan APBN dalam pembangunan gedung rumah sakit jantung dan stroke ini membuat Pemprov Babel mencari alternatif pembiayaan lain yang salah satunya melakukan peminjaman ke bank daerah.

“Alternatif-alternatif pembiayaan tentu sudah dipikirkan oleh Pemprov Babel. Namun DPRD akan melihat bagaimana kemampuan keuangan daerah untuk membayar pinjaman tersebut nantinya dan menentukan pihak mana yang akan diajak bekerja sama,” tutup Eddy.**