​Sebagai kilas balik, peristiwa ini bermula pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Rikky yang tengah mandi di bagian buritan kapal tiba-tiba terjatuh ke laut akibat kapal oleng. Melihat kejadian tersebut, M. Farhan dengan sigap melompat ke laut berniat memberikan pertolongan. Nahas, arus laut yang sangat kencang justru menyeret kedua korban yang sama-sama mengenakan pakaian hitam tersebut hingga dinyatakan hilang.

​Mengingat seluruh korban telah berhasil ditemukan, operasi SAR gabungan resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat—meliputi Rescuer Unit Siaga SAR (USS) Toboali, Polsek Lubuk Besar, Satpolairud Polres Bangka Tengah, ABK KM Kenanga Indah, serta masyarakat dan nelayan setempat—dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

​Menutup jalannya operasi SAR, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus memberikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat maritim.
​”Kami mewakili seluruh unsur SAR yang terlibat mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ungkap Mikel.

​Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesadaran akan keselamatan di wilayah perairan. “Mengingat kondisi cuaca dan arus laut yang kerap berubah dengan cepat, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya nelayan maupun awak kapal, untuk selalu mengutamakan keselamatan. Pastikan alat keselamatan seperti life jacket atau pelampung selalu tersedia dan digunakan. Tetap waspada dan perhatikan kondisi sekitar sebelum melakukan aktivitas di laut agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.