Pemprov Babel akan Pinjam Rp300 M ke BSB untuk Bangun RS Jantung dan Stroke
“Nanti begitu PT Timah membayar dana bagi hasil (DBH) kita bayar pinjamannya.Bagaimanapun juga, rumah sakit jantung dan stroke harus ada di Bangka Belitung karena sudah banyak masyarakat kita yang menjadi pasien,” terang Gubernur Hidayat Arsani.
Ia menambahkan saat ini fasilitasi di rumah sakit pemerintah maupun swasta belum memadai untuk menampung banyaknya pasien penyakit jantung dan stroke, meski Pemprov Babel sendiri juga sudah memiliki Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) di kawasan lintas timur kabupaten Bangka.
“RSUP dengan rumah sakit jantung dan stroke tidak bisa digabung, karena itu terpisah dan harus berdiri sendiri,” ujarnya.
Pemprov Babel mengusulkan pinjaman sebesar Rp300 miliar untuk pembangunan gedung rumah sakit jantung dan stroke. Usulan peminjaman dana tersebut sudah diusulkan ke DPRD Babel agar bisa disetujui.
“Kita usulkan Rp300 miliar untuk pembangunannya. Kita berdoa supaya masyarakat benar-benar bisa tertolong dengan adanya rumah sakit jantung dan stroke. Jangan sampai masyarakat harus berobat lagi ke Jakarta,” ujarnya.**

