Mengetahui kejadian tersebut, M. Farhan bergegas melompat dengan niat memberikan pertolongan. Nahas, derasnya arus laut di perairan tersebut justru membawa kedua korban yang sama-sama mengenakan pakaian berwarna hitam itu terseret menjauh dan menghilang.

Pemilik kapal, Albar Gumilar, kemudian melaporkan kejadian ini ke Kantor Basarnas Pangkalpinang pada Senin malam, setelah upaya pencarian darurat oleh sesama ABK dan nelayan setempat hingga pukul 19.00 WIB tidak membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, sebelumnya telah menerjunkan 1 Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Toboali untuk menyisir titik koordinat jatuhnya korban menggunakan perahu karet.

Hingga saat ini, operasi SAR gabungan masih terus berlangsung. Pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Rescuer USS Toboali, Polsek Lubuk Besar, Satpolairud Polres Bangka Tengah, ABK KM Kenanga Indah, serta masyarakat dan nelayan setempat.