“Saya deg-degan sih, cuma anaknya biasa saja. Malahan segar katanya, tidak ada rasa sakit. Hanya takut sedikit,” kata Nurmala.

Bagi Nurmala, khitanan massal gratis tersebut tidak hanya memberikan kemudahan dari sisi pelayanan kesehatan, tetapi juga membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

Menurutnya, biaya khitanan di tempat lain dapat mencapai juta rupiah sehingga cukup berat bagi sebagian masyarakat dalam kondisi ekonomi saat ini.

“Ya senanglah, sebab kalau disunat di tempat lain kan bayar sampai puluhan dan lumayan berat untuk kondisi perekonomian sekarang. Syukurlah ada acara macam ini,” ucapnya.

Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti khitanan massal yang digelar PT TIMAH tersebut.

Menurutnya, tingginya partisipasi warga menjadi hal yang patut diapresiasi, terlebih kegiatan berlangsung ketika anak-anak masih berada dalam masa sekolah.

“Walaupun waktunya diadakan saat anak-anak masih masuk sekolah, tapi saya lihat di daftar itu ada 100 target, ternyata luar biasa bisa sampai 108 peserta,” ujar Efrianda.

Ia menilai kegiatan khitanan massal dalam rangkaian Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH Tbk menjadi bentuk nyata kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat Bangka Tengah.

“Kegiatan Bulan Bakti hari ini merupakan bukti nyata bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial terus menjadi bagian dari perjalanan PT TIMAH Tbk. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen tersebut,” tutupnya. (*)