“Sistem PM-AAS ini adalah tonggak penting transformasi pertanian di Bangka Selatan. Kita mulai meninggalkan cara-cara konvensional dan beralih ke teknologi presisi seperti mekanisasi dan drone. Hasilnya terbukti lebih efisien dan mendongkrak produksi panen,” ungkap Debby dalam sambutannya.

Pemkab Bangka Selatan berkomitmen untuk terus mengawal pemanfaatan teknologi ini lewat penguatan infrastruktur dan pendampingan SDM bagi para petani lokal.

Sinergi lintas sektor juga menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Jajaran TNI melalui Kodim 0432/Bangka Selatan turut menyatakan kesiapannya dalam mengawal dan mendampingi para petani—mulai dari tahap olah tanah, penerapan teknologi, hingga masa panen tiba.

Melalui kolaborasi erat antara pemerintah daerah, Kementan, TNI, dan masyarakat petani, penerapan PM-AAS diharapkan mampu memangkas biaya operasional, mendongkrak kesejahteraan petani, sekaligus mengukuhkan Bangka Selatan sebagai lumbung pangan utama di Kepulauan Bangka Belitung.