Dr. Fitri Ramdhani Harahap, S.Sos., M.Si. menegaskan bahwa keterlibatan tokoh budaya menjadi bagian penting dalam penelitian ini karena memberikan perspektif yang kuat mengenai nilai dan identitas yang melekat pada kelekak.

“Penelitian ini tidak hanya melihat kelekak sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai ruang hidup yang menyimpan memori kolektif, pengetahuan lokal, dan identitas masyarakat Melayu Bangka,” ujarnya.

Ketua tim, Rosalie Kaltsum, menyampaikan bahwa hasil wawancara akan menjadi bahan penting untuk memahami strategi masyarakat dalam mempertahankan kelekak serta alasan sosial dan budaya yang mendasari upaya tersebut.

Tim penelitian terdiri atas Rosalie Kaltsum, Azizah Nurul Shaffiyah Zahra, Dea Adinda Riskya, Ningtyas Ganes Padmarani, dan Okta Indriani. Penelitian ini berfokus pada dinamika kelekak di Kelurahan Tuatunu dan Kelurahan Air Duren, Kota Pangkalpinang, dengan pendekatan kualitatif.

Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian sosiologi lingkungan dan budaya, sekaligus menjadi masukan bagi upaya pelestarian ruang hijau tradisional berbasis kearifan lokal di Kota Pangkalpinang.