Melalui sistem baru ini, Yuwanda meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangka Barat segera melengkapi data pada aplikasi SIMATA. Data yang wajib diisi meliputi latar belakang pendidikan, riwayat Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim), serta sertifikasi pelatihan lainnya.

Aplikasi SIMATA nantinya akan memetakan dan merangking kapasitas ASN ke dalam sembilan kategori kotak (box). Kotak 1-3 merupakan kategori terbawah, kotak 4-5 kategori menengah, dan kotak 9 adalah kategori tertinggi.

“ASN yang berada di kotak talenta 7, 8, dan 9 yang akan dipilih bupati untuk menduduki jabatan-jabatan strategis. Jadi, ke depan tidak ada lagi seleksi terbuka atau assessment,” jelasnya.

Selain menghemat anggaran secara signifikan, manajemen talenta ini berfungsi sebagai instrumen pemetaan pegawai yang objektif. Sistem ini mencocokkan posisi jabatan dengan kemampuan riil ASN demi meningkatkan efisiensi birokrasi daerah.

“Sistem ini sedang kami persiapkan. Sejak manajemen talenta diterapkan, efisiensi anggaran daerah sangat luar biasa. Jika menggunakan sistem lelang konvensional, anggaran sangat boros. Nanti, kepala daerah tinggal membawa nama-nama pejabat dengan ranking tertinggi ke BKN sebelum pelantikan,” pungkas Yuwanda.