Setelah merasa cukup ilmu dan mental, keberanian Ndot diuji. Berbekal uang sebesar Rp 1,8 juta yang ia kumpulkan pelan-pelan dari gajinya saat bekerja di sebuah restoran barbeque grill Ndot memutuskan membulatkan tekad untuk berdiri di atas kakinya sendiri.

“Modalnya murni dari hasil gaji kerja di restoran barbeque grill. Dengan ucapan bismillahirrohmanirrohim dan niat yang kuat, saya nekat buka usaha sendiri. Alhamdulillah, dengan modal beguyur (sedikit demi sedikit), usaha yang dulu kecil kini makin berkembang. Terharu dan terima kasih sekali karya saya bisa diterima masyarakat,” tuturnya penuh haru.

Perjuangan awal tentu tak mudah. Di awal karir, Ndot harus memutar otak agar jasanya dilirik. Ia pernah membanderol paket komplit mulai dari make up, busana, hingga dekorasi sederhana hanya seharga Rp 3 juta.

“Dulu tarif awal make up cuma Rp 500 ribu, itu sudah dapat baju pengantin sepasang. Kalau sekarang, tarifnya sekitar Rp 1,8 juta untuk satu set baju pengantin plus make up,” jelas pemuda yang menyukai gaya make up berkarakter bold dan classic look ini.

Profesionalisme & Resep Bertahan: Mengutuk Cerewet Jadi Senyuman

Kini, brand Ndot Wedding berkembang pesat. Jika dulu memulainya dari fasilitas seadanya, kini Ndot Wedding mampu menyediakan paket pernikahan komplit senilai Rp 21 juta yang mencakup Make Up Pengantin, gaun-gaun modern, hingga dekorasi pelaminan dan tenda dengan konsep variatif sesuai tren masa kini.

Keberhasilan ini tak lepas dari prinsip pelayanannya yang memegang teguh kenyamanan klien. Bagi Ndot, kepuasan konsumen di momen sakral seumur hidup adalah hukum wajib.

“Kalau ketemu konsumen yang agak cerewet, kami tanggapi dengan senang hati dan berlapang dada. Yang penting tetap berikan kualitas terbaik,” ungkapnya.

Guna menjaga kualitas dan profesionalisme kerja, Ndot membatasi penerimaan pesanan. Dalam satu waktu, timnya hanya menyanggupi 2 hingga 3 titik lokasi acara. Langkah strategis ini terbukti ampuh; dibantu oleh 10 orang karyawan di tahun 2026 ini, jadwal bookingan Ndot Wedding sudah padat terisi hingga bulan September mendatang. (Zuesty Novyanti)