Jejak Leny Agustya: Wanita asal Bangka Selatan yang Jadi Buron Interpol Kasus TPPO Kamboja
Dalam menjalankan aksinya, Leny merancang alibi yang sangat rapi untuk mengelabui petugas pemeriksaan imigrasi bandara. Ia membekali para korban dengan bukti pemesanan hotel di Kuala Lumpur serta tiket penerbangan pulang-pergi rute Jakarta–Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur–Bali, seolah-olah mereka hanya hendak berlibur selama empat hari di Malaysia. Namun di saat bersamaan, Leny secara sembunyi-sembunyi menyiapkan tiket Cambodia Airways rute Kuala Lumpur–Phnom Penh yang diinstruksikan ketat untuk disembunyikan oleh para korban.
Tak hanya merancang rute penerbangan manipulatif, wanita asal Bangka Selatan ini bahkan menyiapkan operasi penyuapan dan menyewa dua pengawal khusus di area keberangkatan demi meloloskan korbannya. Meski rencana penyuapan itu sempat berujung pada penangkapan para pengawal bayarannya, Leny yang sempat kabur ke luar negeri akhirnya berhasil disergap melalui operasi gabungan yang melibatkan Divhubinter Polri, Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Imigrasi, dan Avsec.
Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Pol Untung Widyatmoko, menegaskan bahwa penanganan perkara Leny Agustya kini sepenuhnya ditangani oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Penangkapan ini menjadi bukti komitmen absolut Polri dalam membongkar jaringan kejahatan TPPO hingga ke akar-akarnya, sekaligus menegaskan bahwa negara tidak akan memberikan toleransi sekecil apa pun terhadap sindikat transnasional yang mengeksploitasi warga negara Indonesia.

