Dari 5 komoditas utama ekspor nontimah, peran komoditas lemak & minyak hewan/nabati masih mendominasi. Nilai ekspor golongan ini pada Januari–Juni 2026 adalah sebesar US$83,72 juta.

Ekspor lemak & minyak hewan/nabati berperan sebesar 49,55 persen atau dengan kata lain komoditas ini merupakan komoditas yang paling mendominasi ekspor nontimah.

Komoditas ekspor nontimah kedua dan ketiga pada periode yang sama bulan Januari–Juni 2026 adalah komoditas bahan bakar mineral serta komoditas ikan dan udang dengan nilai sebesar US$20,86 juta dan US$20,79 juta dengan masing-masing peran sebesar 12,35 persen dan 12,31 persen.

Komoditas ekspor nontimah terbesar keempat dan kelima adalah kopi, teh, rempah-rempah dan komoditas karet dan barang dari karet dengan nilai sebesar US$16,60 juta dan US$10,02 juta.

Bangladesh menempati urutan pertama pangsa ekspor nontimah bulan Januari–Juni 2026 dengan nilai US$46,52 juta, peran Bangladesh dalam ekspor nontimah sebesar 27,54 persen. Diikuti Tiongkok dengan nilai ekspor nontimah Januari–Juni 2026 sebesar US$32,18 juta dengan peran sebesar 19,05 persen, Thailand, Malaysia dan Vietnam menempati urutan selanjutnya dengan peran masing-masing sebesar 13,02 persen; 10,79 persen; dan 8,71 persen.

Peran lima negara utama tujuan ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebesar 79,11 persen. Lima negara tujuan utama ekspor nontimah mengalami peningkatan sebesar 8,55 persen secara c to c dengan komoditas utama yang diekspor ke negara tersebut adalah lemak & minyak hewan/nabati.