Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan kita dengan sangat jelas dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diolok-olok itu lebih baik dari mereka yang mengolok-olok.” Rasulullah ﷺ pun ikut menegaskan bahwa tidak akan pernah masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan, walau hanya sebesar biji sawi.

Tiga Ruang Belajar untuk Jiwa

Mari kita merenung sejenak. Hidup ini terlalu singkat untuk diisi dengan keangkuhan. Usia kita terus berkurang setiap detiknya, dan langkah kaki ini sejatinya semakin dekat berjalan menuju liang lahat. Jangan sampai kita menghadap Allah kelak dengan membawa hati yang penuh benci, lisan yang penuh celaan, dan dada yang sesak oleh kesombongan.

Mulai hari ini, mari kita belajar membalikkan keadaan diri melalui tiga hal:

1. Ganti keinginan menghakimi dengan ketulusan mendoakan, karena doa selalu membawa berkah sedangkan ghibah selalu membawa musibah.
2. Ganti sikap merendahkan dengan niat memuliakan, karena bisa jadi orang yang kita muliakan hari ini adalah jalan Allah untuk mengangkat derajat kita esok hari.
3. Ganti segala bentuk kesombongan dengan memperbanyak sujud, karena hanya di atas sajadah kita akan sadar sepenuhnya bahwa di hadapan-Nya, kita ini bukan siapa-siapa.

Pertanyaan yang kan Mengguncang Jiwa

Pulanglah ke haribaan-Nya dengan membawa hati yang bersih, lisan yang penuh maaf, tangan yang ringan menolong, dan jiwa yang tulus mencintai karena Allah. Sebab di akhirat nanti, tidak akan ada malaikat yang bertanya: “Apa kampus lulusanmu? Berapa digit gajimu? Atau berapa jumlah followers-mu?” Pertanyaan yang akan mengguncang jiwa kita hanyalah: “Seberapa lembut hatimu? Seberapa banyak manfaatmu untuk sesama? Dan seberapa ikhlas ibadahmu selama di bumi?”

Ya Allah, Yang Maha Melihat dan Yang Maha Mengetahui setiap sekoci isi hati… Karuniakanlah kepada kami hati yang bening laksana air jernih. Jauhkanlah diri kami dari penyakit sombong, iri, dengki, dan gemar merendahkan sesama. Ajari lisan kami untuk memilih diam ketika mampu menghina, ajari hati kami untuk tulus memaafkan ketika mampu membalas, dan bimbing jiwa kami untuk mendoakan kebaikan ketika mampu mencela. Jadikanlah kehadiran kami sebagai penebar rahmat, bukan penabur luka. Wafatkanlah kami semua dalam keadaan Engkau ridha, dan kumpulkanlah kami kelak bersama Rasulullah ﷺ di dalam Surga Firdaus-Mu.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.