Nama “Bahek Ewaki” memiliki makna yang mendalam bagi Andreas. Nama tersebut diambil dari nama orang tuanya sekaligus menyimbolkan semangat agar Bahek Ewaki terus menjadi salah satu produk unggulan Bangka Belitung.

“Bahek itu nama panggilan ayah saya. Sedangkan Ewaki adalah bahasa Bugis dari kampung halaman di Bone, yang artinya semangat,” jelas Andreas.

Ia menambahkan, keunikan nama tersebut telah didaftarkan hak mereknya oleh sang ayah ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung. Produk andalan dari Bahek Ewaki sendiri adalah getas ikan.

Berbeda dari getas pada umumnya, produk ini menggunakan bahan utama ikan kepetek dan ikan ciu. Variasi getas ikan kepetek menjadi yang paling diminati konsumen karena memiliki tekstur yang lebih lembut dan cita rasa khas.

Kunci keberhasilan Bahek Ewaki dalam mempertahankan eksistensinya adalah konsistensi menjaga kualitas rasa dan kuantitas produksi. Selain itu, mereka aktif mengikuti perkembangan zaman dengan berjualan melalui live TikTok serta berkolaborasi dengan kreator konten.

“Alhamdulillah, dengan konsep ini kami juga bisa membantu UMKM lain. Produk mereka kami titipkan di toko kami. Walaupun keuntungannya tidak besar, yang terpenting kami bisa saling membantu,” ungkapnya.

Saat ini, kapasitas produksi Bahek Ewaki mencapai 4,8 ton per bulan. Jumlah tersebut sempat menyentuh angka 6 hingga 8 ton per bulan sebelum pandemi Covid-19, serta berada di angka 3 ton pada momen Lebaran tahun ini.

“Omzet tahun ini memang sempat menurun dibanding tahun sebelumnya, tetapi saat ini kondisinya sudah mulai stabil,” pungkasnya.