“Kamu ingat nggak waktu kamu ikut lomba puisi sebagai perwakilan sekolah saat kelas 1 SMP? Kamu nangis, kamu marah hanya karena kamu nggak juara. Tapi saat ada classmeeting di sekolahmu, kamu sampai rumah sambil senyum dan loncat-loncat. Kamu bilang: ‘Bu, lihat ini aku menang juara 1 puisi waktu classmeeting Buu’.”

“Gagal bukanlah akhir dari suatu perjalanan, tapi gagal adalah awal dari keberhasilan,” bisik Ibu.

Lalu aku mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca. Perasaan mulai tenang dan gelisah mulai hilang. Aku kembali merapikan baju dan peralatan sekolahku.

Tiba-tiba ada notif lagi, dari sahabatku Ndot.

Ndot: “Semangatt ya kawann, besok hari pelantikan jangan takutt. I’am for you. Good night bro😴”

Aku tersenyum. Mengetik balasan: “Oke broo. Good night😉”

Lampu kamar telah gelap dan aku bersiap untuk tidur. Rasanya gelap, tetapi di dada ada lampu kecil yang nyala karena dukungan mereka.

Besok bukan tentang gagal dan hebatnya. Tetapi besok tentang siap dan berani bertanggung jawab.

Selamat malam, Ketua OSIS.

Amanat Cerita

Seorang pemimpin bukan dinilai dari rasa takut atau kehebatannya, melainkan dari kesiapannya untuk bertanggung jawab dan keberaniannya untuk terus melangkah meskipun pernah terjatuh berkali-kali.