Perkemahan Terlarang
Tak lama kemudian…
Tok… tok… duk!
Beberapa kerikil kecil menghantam tenda-tenda lain.
Para siswa mulai panik. Sebagian mengira hanya ulah teman, tetapi setelah diperiksa dengan senter, tidak terlihat siapa pun di sekitar lokasi.
Di tengah kepanikan itu, seorang siswi bernama Maya yang sedang duduk bersama teman-temannya tiba-tiba terdiam. Pandangannya kosong dan tubuhnya perlahan melemas. Saat dipanggil berkali-kali, ia tidak memberikan respons.
Guru pembina segera datang dan meminta semua siswa tetap tenang. Maya dipindahkan ke tempat yang aman agar bisa mendapatkan pertolongan.
Setelah beberapa menit, ia perlahan sadar, tetapi tampak bingung dan mengaku tidak mengingat apa pun sejak beberapa saat sebelumnya.
Malam itu kegiatan dihentikan lebih awal. Semua siswa diminta tetap berada di dalam tenda dan saling menemani hingga pagi.
Keesokan harinya, suasana kembali normal. Tidak ada lagi suara gemerincing, bau misterius, ataupun kerikil yang menghantam tenda.
Meski begitu, kejadian malam itu masih menjadi cerita yang sering dikenang para peserta setiap kali mereka mengingat perkemahan tersebut.
Sebagian menganggap semuanya hanya kebetulan, sementara yang lain percaya bahwa tidak semua misteri memiliki jawaban yang mudah dijelaskan.

