Pemkot Pangkalpinang Salurkan Bantuan Usaha Rp1 Juta untuk 90 Pelaku UMKM Mikro
Menurut Wali Kota, pelaku usaha yang memiliki potensi nantinya dapat diarahkan untuk membentuk kelompok usaha dan mendapatkan dukungan yang lebih besar, termasuk pembangunan rumah produksi. Ia mencontohkan kelompok pelaku usaha yang memproduksi makanan seperti otak-otak.
Jika sudah terbentuk kelompok usaha yang kuat, pemerintah dapat memberikan dukungan berupa rumah produksi sehingga kapasitas dan kualitas produksinya dapat ditingkatkan. Namun, Saparudin menekankan pembangunan rumah produksi harus dibarengi dengan kepastian pasar.
“Yang penting itu, begitu rumah produksi sudah terbangun, kita berupaya mencari off-taker atau pembelinya. Kalau kita bikin tetapi tidak ada pembeli, percuma,” ujarnya.
Menurut Saparudin, ketika ekosistem produksi dan pasar telah terbentuk, maka pengembangan UMKM dapat berjalan secara berkelanjutan. Jika kapasitas produksi satu rumah produksi tidak mampu memenuhi permintaan pasar, pelaku usaha lain dapat dilibatkan untuk meningkatkan jumlah produksi.
“Nah, ketika ekosistem ini sudah kita bangun, inilah yang kita harapkan akan bergulir,” katanya.
Saparudin juga menyebut pengembangan rumah produksi nantinya akan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah. Dinas Tenaga Kerja dapat mendukung dari sisi penyediaan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, sementara perangkat daerah lainnya akan mendukung pembinaan dan pengembangan usaha.
Wali Kota membayangkan setiap rumah produksi nantinya memiliki manajemen yang lebih profesional, antara lain seorang manajer, asisten manajer bidang pemasaran, serta bidang produksi.
“Kita ingin rumah produksi ini terjaga. Manajemennya akan menjadi profesional,” ujarnya.
Terkait alasan pemerintah menyasar usaha mikro, Saparudin mengatakan, program tersebut dirancang sebagai tahap awal untuk menemukan pelaku usaha yang memiliki semangat, konsistensi, dan kemampuan untuk berkembang.
Ia berharap para pelaku usaha mikro penerima bantuan hari ini nantinya dapat berkembang menjadi kelompok-kelompok usaha yang lebih profesional dan memiliki skala usaha lebih besar.
“Orang berbisnis ini kan tidak semua bisa. Tetapi mereka yang punya keinginan kuat, semangat, mampu bekerja keras dan konsisten menjalankan usahanya, ini yang akan kita pilih nanti,” katanya.
Saparudin juga menilai keberadaan UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Kota Pangkalpinang. Berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat lebih dari 29 ribu pelaku UMKM di Pangkalpinang.
“Kalau mereka menopang kehidupan tiga orang saja, berarti sekitar 80 ribu orang yang ditopang. Itu sudah sekitar sepertiga penduduk Kota Pangkalpinang,” katanya.###

