“Walaupun tidak menjadi winner, saya merasa sangat bangga pada diri sendiri. Pengalaman itu menjadi langkah awal dan pendorong motivasi saya hingga akhirnya bisa melangkah ke tingkat nasional di Jakarta,” kata Natania.

Ia menambahkan, penampilannya berhasil menarik perhatian dewan juri karena dirinya menggunakan kostum tradisional Bangka Belitung yang mengangkat dambus sebagai alat musik daerah, hingga dinobatkan sebagai ‘Best Traditional Costume’.

Menurutnya dambus memiliki ciri khas unik berupa ukiran kepala rusa di bagian ujungnya. Elemen ini dituangkan ke dalam desain busana, lengkap dengan hiasan mahkota berornamentasi kepala dan tanduk rusa.

“Saya memiliki keyakinan sejak awal bahwa kostum tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan Saya di panggung Miss Bintang Remaja Indonesia 2026 ini,” ujarnya.

Dengan membawa busana tradisional Bangka Belitung ke panggung nasional bukan hanya persoalan penampilan, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

“Saya sangat percaya diri karena kostum ini menyoroti kebudayaan dan alat musik dari Bangka Belitung dan dari awal memang sudah ada perasaan kalau kostum ini bisa menyabet Best Traditional Costume’,” terang Natania.

Di kesempatan ini Natania juga menyampaikan bahwa mahkota dan penghargaan yang diraihnya bukanlah akhir dari perjalanan. Namun menjadi pengingat bahwa setiap proses memiliki nilai dan dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh.

Generasi muda yang memiliki cita-cita memasuki dunia modeling maupun beauty pageant agar tidak takut memulai dan tidak mudah menyerah ketika hasil yang diperoleh belum sesuai harapan.

“Jangan pernah menyerah dan tetap fokus pada tujuan. Apapun hasilnya yang terpenting adalah proses bagaimana kita berjuang dari awal hingga mencapai titik tersebut. Tunjukkan nilai dan kemampuan terbaik yang kita miliki,” tutup Natania.*