Dosen Unmuh Babel Dampingi Guru SD Negeri 8 Belinyu Kembangkan Bahan Ajar Berbasis Generative AI
Pendampingan tidak hanya diarahkan pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga menekankan pentingnya peran guru sebagai pengambil keputusan utama dalam pembelajaran. Generative AI ditempatkan sebagai alat bantu pedagogis yang mendukung kreativitas dan produktivitas guru, bukan sebagai pengganti peran guru.
Melalui kegiatan praktik, guru diarahkan untuk mengembangkan bahan ajar yang lebih kontekstual, menarik, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Bahan ajar yang dikembangkan dapat berupa modul ajar, bahan bacaan literasi, lembar kerja peserta didik (LKPD), media pembelajaran, maupun asesmen literasi dan numerasi.
Ketua tim pengabdian, Vika Martahayu, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan penggunaan teknologi, tetapi dapat mendorong guru menghasilkan produk pembelajaran yang benar-benar dapat diterapkan di kelas.
Sementara itu, anggota tim Abdulah, M.Pd., memberikan pendampingan yang berkaitan dengan literasi AI, prompt engineering, pengembangan bahan ajar berbasis Generative AI, serta pemanfaatannya dalam pembelajaran literasi dan numerasi. Adapun Yudistira Bagus Pratama, S.Kom., M.Kom., mendukung aspek pemanfaatan Generative AI, integrasi teknologi pembelajaran, dan penggunaan platform AI dalam pengembangan bahan ajar.
Program ini juga diarahkan untuk membangun keberlanjutan inovasi pembelajaran di sekolah. Dalam rancangan program, produk-produk bahan ajar yang dikembangkan guru akan dihimpun dalam Bank Bahan Ajar Berbasis Generative AI, serta didukung melalui pembentukan komunitas praktik guru sebagai wadah berbagi pengalaman dan pengembangan inovasi pembelajaran secara berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital pendidikan, khususnya melalui peningkatan kapasitas guru sekolah dasar dalam memanfaatkan teknologi secara kreatif, kritis, dan bertanggung jawab.
Dengan adanya pendampingan tersebut, guru diharapkan semakin siap mengintegrasikan teknologi digital dan Generative AI dalam pembelajaran sehingga dapat mendukung penguatan literasi membaca dan numerasi siswa sekolah dasar.

