Menanggapi pemberitaan mengenai keberadaan Yudi di kediamannya serta aktivitas memesan kue untuk kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), Andri meminta masyarakat melihat hal tersebut sebagai bagian dari pembinaan. Kegiatan Prolanis tersebut dimotori oleh Klinik Pratama Armelia Rutan Muntok.

“Yudi ditugaskan membantu persiapan senam Prolanis dan sering dikawal untuk mengambil bantuan obat dari Dinas Kesehatan Bangka Barat. Ia ditempatkan dalam program asimilasi kerja sosial untuk membantu pelayanan klinik dan program ketahanan pangan,” jelas Andri.

Selain program di luar tembok rutan, Rutan Muntok mengelola Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang bergerak di bidang ketahanan pangan, seperti peternakan ayam petelur dan perkebunan. Rutan juga mengoperasikan Klinik Pratama Armelia yang melayani kesehatan warga binaan, keluarga mereka, serta masyarakat umum peserta BPJS.

Andri menambahkan, berbagai program ini sejalan dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan dan kesehatan. Proses reintegrasi sosial ini bertujuan mengembalikan kepercayaan diri warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.

Pihak Rutan Muntok berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman di masyarakat. Andri mengimbau publik agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum memperoleh informasi utuh dari pihak berwenang.

“Kami berkomitmen melaksanakan seluruh program pembinaan secara profesional, transparan, terukur, dan sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Andri.