Menurut Algafry, keberadaan perpustakaan juga harus terus dihidupkan dan didekatkan dengan masyarakat, khususnya anak-anak.

“Perpustakaan harus kita hidupkan sebagai pusat pembelajaran masyarakat, ruang kreativitas anak, tempat tumbuhnya gagasan. Saya ingin perpustakaan di Kabupaten Bangka Tengah semakin dekat dengan masyarakat dan anak-anak, sehingga mereka datang bukan karena terpaksa, tetapi karena merasa menyenangkan,” tambahnya.

Kepada 30 peserta lomba, Algafry berpesan agar tidak terlalu berfokus pada hasil akhir maupun siapa yang akan menjadi juara.

“Anak-anakku, hari ini jangan terlalu memikirkan siapa yang akan menjadi juara pertama, kedua, atau ketiga. Tampilkan yang terbaik dari diri kalian. Sampaikan cerita dengan penuh penghayatan. Gunakan bahasa yang baik. Tunjukkan keberanian. Hormati teman dan dewan juri,” pesannya.

Ia berharap para peserta menjadikan perlombaan tersebut sebagai pengalaman yang menyenangkan dan berharga.

“Karena kalian semua mendapatkan sesuatu yang lebih penting, yaitu pengalaman, keberanian, pengetahuan, persahabatan, dan kesempatan untuk tampil serta belajar,” lanjutnya.

Algafry kemudian membuka secara resmi Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2026. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak anak untuk tertarik membaca, mengenal cerita sejarah lokal, serta mencintai budaya daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bangka Tengah Yardi menjelaskan, lomba bertutur dilaksanakan selama dua hari dengan peserta sebanyak 30 siswa dari seluruh SD/MI se-Bangka Tengah.

“Lomba Bertutur ini dilaksanakan selama dua hari dan diikuti 30 peserta dari seluruh SD/MI se-Bangka Tengah. Kami siapkan total hadiah sebesar Rp6 juta untuk para pemenang,” ujar Yardi.