DPRD Bangka Gelar Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaran HUT ke-81 RI
Tantangan berbangsa dan bernegara dari waktu semakin kompleks sehingga perlu semangat juang dan strategi untuk mengatasi segala tantangan yang dapat mengancam kedaulatan bangsa.
“Tantangan yang kita hadapai di era ini adalah digitalisasi, yang sudah menjadi
keharusan dan kebutuhah seluruh lapisan masyarakat. disinformasi atau informasi palsu dan kejahatan syber,” ujarnya.
Selain itu derasnya arus globalisasi yang membuat batas antar negara semakin tipis, akibat pertukaran informasi, produk, budaya dan pemikiran sehingga masuknya ideologi baru yang juga menjadi ancaman serius bagi keutuhan bangsa dan dapat menurunkan bahkan menghilangnya nilai luhur bangsa.
Oleh karena itu, mari tingkatkan kemampuan, kapasitas diri dan lingkungan untuk menjadi benteng, mencegah ancaman terhadap kedaulatan bangsa. Bangsa yang berdaulat adalah bangsa yang mampu mengatur jalannya pemerintahan, wilayah dan rakyatnya secara mandiri, bebas dari intervensi negara lain.
“Saat ini, kedaulatan pangan menjadi program fokus utama pembangunan nasional, dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan bagi warga negaranya,” ujarnya.
Hal ini seiring dengan tema yang diusung nasional, pada hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, yaitu “Indonesia berdaulat, adil dan makmur“.
“Mari kita bersama berkontribusi, menjaga kedaulatan bangsa, melalui profesi, tugas dan fungsi kita masing-masing, demi mewujudkan keadilan dan kemakmuran rakyat,” ujarnya.*

