​“Kami telah melakukan asesmen terhadap sejumlah calon operator holding UMKM yang potensial untuk dikembangkan sebagai role model. Holding UMKM ini berpijak pada empat pilar utama, yaitu agregasi, inkubasi, pemasaran, dan pembiayaan,” terang Metty.

​Menurutnya, usaha menengah ini menjadi poros penggerak penguatan UMKM. Seluruh konektivitas tersebut akan diperkuat melalui SAP UMKM sebagai ekosistem layanan UMKM yang menghubungkan program pemerintah pusat dan daerah, lembaga keuangan, BUMN, BUMD, serta sektor swasta dan mitra usaha.

​Sementara itu, Hatami Nugraha selaku Pendiri & CEO PT CAN menjelaskan bahwa masalah lada tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi produksi, melainkan membutuhkan perbaikan ekosistem secara menyeluruh melalui pemberdayaan petani, keterelusuran produk, dan pengolahan nilai tambah untuk pasar global maupun domestik.

​”Perusahaan menjalin kolaborasi resmi dengan Kementerian UMKM termasuk akses pembiayaan KUR Massal, Badan Karantina Indonesia, serta pemerintah daerah melalui kegiatan ini untuk peluncuran pengiriman komoditas lada Bangka Belitung menuju Belanda,” ungkap Hatami.

​Keberadaan holding usaha juga diharapkan mampu memperluas akses UMKM terhadap pembiayaan, pendampingan, teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta akses pemasaran. Dengan demikian, pelaku usaha lokal memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing produknya.

​Kegiatan peluncuran holding UMKM ini dirangkaikan dengan penandatanganan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para petani dan pelaku UMKM lokal sebagai wujud penguatan permodalan berbasis korporasi petani di tingkat tapak.

​Selanjutnya, Pj. Sekda Fery bersama rombongan Kementerian UMKM meninjau rumah perendaman dan pencucian lada serta melakukan pemeriksaan terhadap biji lada atau komoditas pendukung ekspor lada putih Muntok menuju Belanda. Pj. Sekda Fery juga menyerahkan sertifikat kesehatan tumbuhan kepada Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Babel melalui Pendiri PT CAN, Hatami.

​Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap peluncuran holding UMKM sektor pertanian/perkebunan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari langkah nyata dalam membangun rantai usaha yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

​Dengan semangat kolaborasi dan penguatan hilirisasi, potensi lada Babel diharapkan kembali berdaya saing, sementara UMKM lokal dapat naik kelas dan mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian daerah.

​Dari Kebun Nusantara PT CAN, Babel memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan, mengangkat potensi lada, memperkuat UMKM, dan membuka jalan menuju pertanian serta perkebunan yang semakin maju dan bernilai tambah.

​Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat Kementerian UMKM RI, Wakil Bupati Bangka Tengah, perbankan penyalur KUR untuk para debitur, perwakilan asosiasi petani, serta pelaku UMKM.