“Masih banyak yang harus kita perjuangkan, terutama kebangkitan ekonomi, peluang kerja, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Itulah hakikat kemerdekaan yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Pada momentum HUT ke-81 RI, Didit juga mengajak seluruh masyarakat memperkuat kekompakan, nasionalisme, dan semangat gotong royong.

“Harapannya, kita harus memperkuat kekompakan, nasionalisme, dan gotong royong. Dengan gotong royong dan jiwa nasionalisme yang tinggi, insyaallah semuanya akan bisa kita atasi. Kepada generasi muda, tetaplah berjuang, jangan pernah kehilangan semangat dan jangan pernah merasa pesimis. Ingat, NKRI ini adalah milik kita dan akan kita wariskan kepada generasi yang akan datang,” pesannya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Prov. Babel Noni Hidayat Arsani, memaknai kemerdekaan sebagai kebebasan yang tetap berjalan bersama batas dan tanggung jawab setiap warga negara.

“Makna kemerdekaan bagi saya adalah kebebasan, tetapi kebebasan yang tetap memiliki batas dan tanggung jawab. Kemerdekaan Indonesia merupakan tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat Indonesia. Karena itu, mari kita bersama-sama membangun bangsa Indonesia agar semakin maju dan semakin baik. Itulah arti kemerdekaan bagi saya,” ujarnya.

Semangat kemerdekaan juga dirasakan para anggota Paskibraka Prov. BabelTahun 2026. Ervidianto, salah seorang anggota Paskibraka, mengaku bangga mendapat kesempatan menjadi bagian dari prosesi pengibaran Sang Merah Putih pada HUT ke-81 RI.

“Menjadi anggota Paskibraka Prov. Babel tahun 2026 merupakan kebanggaan dan kesempatan sekali seumur hidup. Saya senang bisa membanggakan orang tua, sekolah, dan daerah. Selain itu, pengalaman ini mengajarkan saya disiplin, kepemimpinan, serta menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta terhadap bangsa,” ungkap Ervidianto.

Dalam pelaksanaan upacara tersebut, Paskibraka Prov. Babel menjadi petugas pengibar Bendera Merah Putih. Sementara pasukan upacara turut melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas, BPBD, ASN, Pramuka, dan pelajar.

Adapun pembawa baki, Aisyah Saputri dari SMA Negeri 1 Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, bertugas membawa bendera untuk diserahkan kepada pasukan pengibar.

Pasukan 3 terdiri atas Azam Fakhriansyah dari SMA Negeri 2 Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, sebagai penggerek bendera; Sirilius Deo Gracias Varian Ginting dari SMA Negeri 4 Kota Pangkalpinang sebagai Danpok 8; serta Ervidianto dari SMA Negeri 1 Belinyu, Kabupaten Bangka, sebagai pembentang.

Melalui peringatan kemerdekaan ini, Pemprov Babel mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, serta menjadikan kemerdekaan sebagai landasan menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Bumi Serumpun Sebalai.