Lewat Game dan Yel-Yel Interaktif, Mahasiswa KKN Unmuh Babel Edukasi Bahaya Bullying di MTs Nurul Huda

BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH Babel) KKN di Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, menggelar sosialisasi bertema Stop Bullying di MTs Nurul Huda, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut diikuti sekitar 130 siswa dan siswi dari enam kelas, yang terdiri dari kelas VII, VIII, dan IX. Sosialisasi ini menjadi salah satu kegiatan mahasiswa KKN UNMUH Babel untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai bullying, mulai dari pengertian, jenis-jenis, dampak, hingga cara mencegah dan menyikapinya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Ade Oca, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (PMTK) sekaligus pembawa acara (MC). Selanjutnya, penyampaian materi dilakukan secara bergantian oleh mahasiswa KKN.

Materi pada bagian awal disampaikan oleh Yuliansyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) sekaligus ketua kelompok KKN. Materi kemudian dilanjutkan oleh Septa Adittiya, mahasiswa dari Program Studi PJKR.

Dalam penyampaian materi, siswa diajak mengenali berbagai bentuk bullying serta memahami bahwa tindakan seperti mengejek, memukul, mengucilkan, maupun memberikan perlakuan yang membuat orang lain merasa tidak nyaman tidak dapat dianggap sebagai candaan semata.

Suasana sosialisasi semakin interaktif ketika memasuki sesi permainan “Bullying or Not? Stop and Answer” yang dipandu oleh Wafebri, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).

Dalam permainan tersebut, mahasiswa menggunakan bola kertas yang dioper dari satu siswa ke siswa lainnya sambil menyanyikan lagu Balonku Ada Lima. Ketika lagu berhenti, siswa yang memegang bola mendapatkan kesempatan untuk menjawab pertanyaan seputar bullying yang telah disiapkan oleh pemateri.

Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan satu buku dan satu pena sebagai bentuk apresiasi. Sementara siswa yang belum dapat menjawab diberikan kesempatan untuk mengoper pertanyaan kepada teman lainnya yang ingin mencoba.