Dari Jungkir Balik hingga Baki Kehormatan: Senyum Tegar Rizkiani, Siswi SMKN 2 Sungaiselan Menjaga sang Saka
Tak jarang, saat kekompakan tim goyah atau terjadi kesalahan kecil, hukuman fisik seperti jungkir balik harus dijalani bersama. Namun, alih-alih mengeluh atau menyerah, remaja yang bercita-cita menjadi dokter ini justru meresponsnya dengan sudut pandang yang unik.
“Kalau salah, tidak kompak, itu akan mendapatkan hukuman, seperti disuruh jungkir… Tapi kalau dibawa enjoy, terasa nikmat,” ungkap Rizkiani dengan nada santai namun penuh kedewasaan.
Bagi Rizkiani, ketegasan para pelatih bukan bentuk rasa benci, melainkan kawah candradimuka untuk membentuk mental sekuat baja. Kuncinya sederhana: enjoy. Ketika proses yang berat dijalani dengan hati gembira, lelah pun berubah jadi nikmat.
Buah Manis Sang Pembawa Baki
Perjuangan berat dan gemblengan tiada henti itu akhirnya terbayar tuntas saat bendera berhasil berkibar gagah di langit Bangka Tengah. Keberhasilan seluruh tim mengibarkan Merah Putih tanpa cela menjadi bukti nyata dari kerja keras dan soliditas yang mereka bangun.
Lebih dari sekadar kenangan manis di lapangan, masa-masa latihan tersebut meninggalkan jejak mendalam pada kepribadiannya.
“Banyak hal yang dapat saya jadikan pelajaran berharga dari pengalaman ini, terutama dalam hal peningkatan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang lebih besar,” pungkasnya mantap.
Tugas mulia sebagai pembawa baki telah usai ditunaikan dengan sempurna, namun langkahnya menuju cita-cita menyembuhkan sesama sebagai dokter kelak baru saja dimulai. Dari lapangan Paskibraka Bangka Tengah, Rizkiani telah membuktikan satu hal: dengan kedisiplinan, tanggung jawab, dan hati yang enjoy dalam berjuang, tak ada tantangan yang tak bisa ditaklukkan.
Sumber: bangkatengahkab.go.id

