“Kalaupun ada barang-barang administrasi yang lain juga nanti akan kita bantu, semisal sertifikat rumah. Nanti kita akan bekerja sama dengan teman-teman dan BPN untuk bisa kembali mencetak sertifikat rumah dan tanah mereka,” tambah Algafry.

Abdi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah daerah serta berbagai pihak. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi keluarganya dalam menghadapi kondisi pascakebakaran.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan untuk mendukung kami, baik berupa dukungan moril maupun materi, termasuk bantuan sosial, logistik, dan administrasi,” ujar Abdi.

Ia mengatakan pembangunan rumah baru bagi keluarganya direncanakan mulai dilakukan pada Rabu (19/8/2026) dengan dukungan Haji Samud.

“Insyaallah dengan izin Kapolsek dibangun dari Bapak Haji Samud,” tuturnya.

Abdi menjelaskan, saat kebakaran terjadi, rumah dalam kondisi kosong karena dirinya bersama keluarga sedang menonton pawai di sekitar lokasi. Ia mengaku tidak mengetahui penyebab kebakaran tersebut.

“Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena kami sedang menonton pawai di depan. Jadi, kami tidak mengetahui penyebabnya. Saat kembali, rumah sudah terbakar cukup besar,” kata Abdi.

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah bantuan juga diserahkan untuk meringankan beban keluarga korban. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bangka Tengah melalui inovasi Jempol Mantan (Jemput Bola Masyarakat Rentan) menyerahkan dokumen kependudukan berupa KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), KK, serta tas sekolah.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bangka Tengah turut memberikan bantuan uang dan sembako. Sementara itu, Dinas Pendidikan menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah, sedangkan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos-PMD) memberikan bantuan kebutuhan dasar tanggap darurat bagi keluarga korban.