Suatu sore, aku kembali ke taman sekolah. Aku menatap langit yang mulai berubah warna.

“Alya, kalau kamu masih bisa mendengarku, aku ingin bilang satu hal,” ucapku pelan. “Terima kasih sudah menjadi bagian terindah dalam hidupku.”

Angin berhembus lembut. Daun-daun berguguran di sekitarku. Untuk sesaat, aku merasa seolah-olah Alya sedang tersenyum dari kejauhan.

Aku akhirnya mengerti, perpisahan tidak selalu berarti melupakan. Ada orang yang pergi dari kehidupan kita, tetapi kenangannya tetap tinggal di hati.

Aku berdiri dan tersenyum kecil.
“Selamat jalan, Alya. Kita mungkin berbeda alam, tetapi persahabatan kita akan selalu tinggal di dalam kenangan.”

Sejak hari itu, aku belajar untuk menerima. Bukan karena aku sudah melupakan Alya, tetapi karena aku tahu bahwa mengenang seseorang dengan doa dan kebaikan adalah salah satu cara untuk tetap menyayanginya..