Menurut Markus, langkah ini diambil untuk memperkuat identitas budaya lokal di tengah keberagaman suku, bahasa, dan agama masyarakat Bangka Barat.

“Keberagaman ini berpadu indah dalam kehidupan masyarakat kita, melahirkan akulturasi yang harmonis dan menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah,” ujar Markus di Lapangan AJFC, Minggu (23/8/2026).

Selain pelestarian budaya, Markus menegaskan penguatan identitas ini ditargetkan mampu mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah daerah sengaja melibatkan pelaku usaha lokal dalam acara ini untuk memicu dampak ekonomi langsung.

“Dengan adanya keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif dalam acara ini, saya berharap dapat mendorong pertumbuhan perekonomian Bangka Barat sekaligus memajukan sumber daya manusia,” kata Markus.