Namun, upaya perawatan maksimal diduga tidak pernah terealisasi. Oleh karena itu, pemerintah daerah didesak untuk transparan membuka kronologi dan penyebab utama terbakarnya mobil yang saat itu sedang dalam posisi terparkir.

Selain itu, audit mengenai realisasi anggaran pemeliharaan rutin dinilai krusial untuk dilakukan.

“Mobil ini dibeli menggunakan APBD, artinya ada uang rakyat di sana. Jika fasilitas fisik seperti kantor dan rumah dinas memiliki anggaran perawatan, seharusnya armada vital seperti ini juga diprioritaskan. Apalagi beredar kabar anggaran perawatan mobil ini sudah masuk dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) tahun ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangka Barat serta pihak kepolisian setempat untuk mendapatkan konfirmasi resmi terkait perkembangan penyelidikan insiden tersebut.