Tatkala dunia mabuk mengejar kuasa,
Tatkala dusta bersolek menjadi wacana,
Sunnah Baginda tetap jernih bercahaya,
Laksana pelita di lorong zaman yang buta.

Selawat berlayar dari bibir manusia,
Menyeberangi malam menuju Yang Esa,
Kami tiada membawa harta maupun daya,
Hanya cinta dan harap pada syafaat Baginda.

Luruhkan takbur dari singgasana jiwa,
Padamkan dendam sebelum menjadi bara,
Sebab cinta Rasul bukan hiasan kata,
Ia darah yang mengalir menjadi akhlak mulia.

Jika kelak segala yang fana sirna,
Jika nama dan pangkat tinggal cerita,
Biarlah selawat menjadi bekal setia,
Moga bertemu Sang Junjungan di taman baka.

12 Rabiul’awal 1448 H