Soal Kelas Baru SMPN 6 Simpangteritip, Pejabat Disdikpora Malah Saling Lempar Konfirmasi
Proyek senilai Rp467.758.000 dari APBD Tahun Anggaran 2025 tersebut diduga sengaja dibangun di lokasi terpencil hanya demi menyerap kelebihan anggaran agar tidak menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pembangunan dua lokal kelas ini dikerjakan oleh CV Lajaya Putra di bawah naungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangka Barat.
Kontrak kerja dengan masa pelaksanaan 60 hari kalender tersebut ditandatangani pada 17 Oktober 2025 lalu. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi geografis proyek yang dinilai janggal.
Bangunan dua ruang kelas tersebut berdiri di kawasan hutan yang terletak di antara Jalan Raya Kundi Desa Bukit Terak dan Dusun Sukal, Desa Belolaut. Jarak dari lokasi gedung baru ini mencapai sekitar 2,5 kilometer dari kompleks utama SMPN 6 Simpang Teritip yang berada di Desa Bukit Terak.
Selain kendala akses, belum diketahui pasti alasan teknis mengapa fasilitas yang sudah selesai dibangun secara fisik ini belum kunjung difungsikan.
Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa proyek ini sebagai pengalihan anggaran menit-menit akhir agar target serapan APBD terpenuhi.

