“Semua produk ada testernya dan harga sangat terjangkau dari Rp 2.000 yang bisa dibayar dengan scan QRIS, debet atau tunai. Per hari omset kita bisa mencapai Rp 6 juta,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BI Babel, Rommy S Tamawiwy mengatakan di tahun kelima pelaksanaan Explore Babel ini, dengan membaca tema saja sudah bisa di maknai bahwa Bank Indonesia hadir tidak sendiri, tapi menjadi bagian dari visi pemerintah dalam membangun provinsi tercinta ini untuk jangka panjang agar berdaya ekonomi dan UMKM nya.

“Sengaja kita sediakan satu sentra pojok belanje untuk pelaku UMKM binaan BI memasarkan produknya yang sudah terakurasi, dan ini di pusatkan di satu sentra,” ujarnya.

Selain itu ada juga station khusus untuk ekonomi hijau yang menyediakan produk ramah lingkungan seperti ecoprint, lidi nipah, dan bisa menjadi tempat foto juga pusat edukasi karena akan ada workshop mengolah limbah menjadi produk ekonomis dan cara mengolah sampah menjadi limbah.

“Selama tiga triwulan ini ekonomi kita masih tumbuh positif 4% karena konsumsi rumah tangga salah satunya. Oleh karena itu rangkaian Explore Babel selama tiga hari ini melibatkan generasi muda, termasuk pelajar, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” tutup Rommy.**