Persiapan mengikuti kompetisi dilakukan sejak tahap penyusunan paper atau esai, pendalaman materi, pengembangan gagasan, hingga persiapan menghadapi babak presentasi. Proses tersebut dilakukan secara serius dengan mengangkat persoalan lingkungan yang dekat dengan kondisi daerah asal mereka.

Karya yang mereka susun kemudian dipresentasikan di hadapan dewan juri bersama para finalis lainnya. Dari 20 tim yang berhasil lolos ke babak presentasi, tim mahasiswa UBB mampu menunjukkan gagasan dan kemampuan presentasi terbaik hingga akhirnya berhasil meraih Juara 1 Esai Nasional Competition Cogito FISIP Universitas Sriwijaya.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi UBB, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa dari bidang ekonomi mampu mengembangkan gagasan lintas disiplin dengan mengangkat persoalan lingkungan dan menawarkan pendekatan berbasis ekonomi sirkular. Firwadi dan Eza berharap prestasi yang diraih tidak berhenti sebagai pencapaian dalam sebuah kompetisi, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan lingkungan, khususnya di Bangka Belitung.

“Harapan kami ada banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang peduli terhadap lingkungan dan sadar bahwa bukan cuma kita yang tinggal di alam, tetapi alam juga tinggal di dalam diri kita. Lomba ini menjadi langkah awal kami untuk meningkatkan kepedulian dan kepekaan terhadap Provinsi Serumpun Sebalai kita ini,” ungkap Firwadi dan Eza.

Keduanya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Bangka Belitung yang telah memberikan dukungan sejak awal hingga akhir proses perlombaan. Dukungan tersebut diberikan melalui pembiayaan berbagai kebutuhan dalam proses persiapan, keberangkatan, hingga pelaksanaan kompetisi di Universitas Sriwijaya.

Menurut keduanya, dukungan kampus tersebut menjadi bagian penting dalam membantu mereka mengikuti kompetisi secara optimal dan membawa nama UBB pada ajang esai tingkat nasional. Prestasi Firwadi dan Eza menjadi bukti bahwa mahasiswa UBB memiliki potensi untuk mengembangkan gagasan akademik yang berangkat dari persoalan nyata di daerah.

Melalui karya RELASI BESAR, keduanya tidak hanya membawa nama UBB di tingkat nasional, tetapi juga turut menyuarakan pentingnya kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan masa depan lahan pasca tambang timah di Bangka Belitung. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UBB lainnya untuk terus berani berkompetisi di tingkat nasional, mengembangkan riset dan inovasi, serta menghadirkan gagasan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Humas UBB)