Kegiatan berlangsung sangat seru, pertama siswa perempuan kelas 1A dan 1B belajar cara menanam padi yang diajarkan langsung oleh Bapak Mahendra, kemudian dilanjutkan Memanen padi oleh siswa laki laki, yaitu memotong padi yang telah matang menggunakan celurit, lalu kegiatan selanjutnya yaitu merontokkan gabah dari tangkainya secara tradisional dipraktikkan langsung oleh Bapak Suwindra selaku narasumber, dan siswa siswi sangat antusias untuk mencobanya.

Lalu siswa siswi kembali ke area pondok untuk beristirahat sebentar, lalu Kemudian kegiatan selanjutnya Pak Suwindra mempraktikkan langsung yaitu menumbuk gabah menggunakan lesung dan alu untuk memisahkan kulit padi sehingga menjadi beras, dilanjutkan dengan siswa siswi mencobanya satu persatu. Cara ini merupakan salah satu metode tradisional yang dahulu banyak digunakan masyarakat.

Kemudian setelah selesai padi ditumbuk, kegiatan selanjutnya yaitu menampi beras, yaitu memisahkan sekam dan kotoran dari beras. Mencuci beras hingga bersih. Menanak beras secara tradisional hingga menjadi nasi yang siap disantap.

Tak hanya itu, para guru kelas 1 dan narasumber juga berpesan agar siswa-siswi SDIT Alam Cahaya dapat menghargai nasi, jangan mubadzir terhadap nasi, kalau makan selalu dihabiskan, karena proses dari padi sampai bisa menjadi beras kemudian dimasak menjadi nasi itu butuh proses yang tidak mudah.

Setelah kegiatan selesai, siswa siswi diperbolehkan untuk menangkap ikan lele, dan bagi yang berhasil menangkap ikan diperbolehkan untuk dibawa pulang

Setelah memberikan materi dan nasihat tentang proses menanam padi sampai bisa dinikmati , selanjutnya siswa siswi diberikan pertanyaan terkait apa yang sudah disampaikan dan kegiatan apa saja yang dilakukan

Setelah kegiatan penyampaian tentang perjalanan nasi: dari sawah sampai siap dinikmati, siswa-siswi SDIT Alam Cahaya diarahkan untuk bersih bersih diri dari kotoran dan lumpur setelah kegiatan berakhir para siswa siswi makan bersama selanjutnya melakukan foto bersama sebelum mereka kembali ke sekolah.