Menurut Saparudin, ketenteraman jiwa dan kebersihan hati pada akhirnya akan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Dari sana diharapkan lahir akhlak yang mulia, perkataan yang baik serta perilaku yang cenderung kepada kebaikan.

“Insyaallah ketika itu ada di dalam jiwa kita, ada di dalam diri kita, maka akan lahirlah akhlak-akhlak yang mulia. Akhlak-akhlak perilaku yang cenderung kepada kebaikan,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat dapat semakin dekat dengan akhlak Rasulullah SAW, menjadi pribadi yang dapat dipercaya serta menjalani kehidupan dengan kebaikan hingga memperoleh husnul khatimah.

Pesan tersebut sejalan dengan upaya pengurus Masjid Agung Kubah Timah dalam memperkuat kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Kubah Timah, H. Johan Muhammad Nasir, mengatakan pihaknya memang mendorong agar kegiatan majelis ilmu dan majelis taklim dapat lebih sering dilaksanakan.

“Majelis-majelis ilmu seperti ini, majelis-majelis taklim seperti ini kalau bisa sebanyak mungkin frekuensinya dilaksanakan, baik di masjid-masjid maupun di tempat-tempat yang lain,” ujar Johan.

Johan menyebut kegiatan keagamaan menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperdalam ilmu sekaligus memperbaiki kualitas diri. Ia berharap kajian yang diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan penceramah yang telah hadir mengisi kajian dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi tersebut.

Johan berharap kegiatan tersebut menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat serta membawa manfaat bagi jamaah.

“Kita berkumpul di hari yang baik, di tempat yang baik bersama orang baik. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menjadikan kegiatan kita menjadi kegiatan tempat kebaikan,” ujarnya.**