Sebanyak 80 paket sembako disalurkan prioritas kepada kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia) yang saat ini masih bertahan di hunian atau tenda darurat pascagempa.

Sementara itu, bantuan satu kotak obat-obatan diserahkan langsung ke Puskesmas setempat agar pengelolaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan medis warga oleh tenaga kesehatan.

Yovita menambahkan, PMI Bangka Barat mengapresiasi seluruh donatur dan pengurus yang terlibat dalam aksi sosial ini. Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik, laporan pertanggungjawaban penggunaan dana saat ini sedang disusun oleh pengurus PMI.

“Bagi kami, bantuan ini mungkin sederhana. Namun ketika sampai langsung ke tangan seorang ibu, lansia, atau keluarga di pengungsian, bantuan tersebut membawa pesan kepedulian dari masyarakat Bangka Barat,” pungkasnya.