“Terutama potensi kenaikan harga sayuran akibat berkurangnya produksi, bahkan kemungkinan gagal panen. Beberapa komoditas lainnya juga perlu kita perhatikan agar tidak memberikan tekanan terhadap inflasi,” ungkap Bayu.

Lebih lanjut, Ia meminta TPID dan seluruh perangkat daerah terkait untuk terus memantau harga dan ketersediaan pasokan, serta segera mengambil langkah apabila terdapat komoditas yang mengalami kenaikan harga.

“Kita perlu memastikan stok pangan tetap tersedia dan distribusinya lancar, terus berkoordinasi dengan petani, nelayan, dan pelaku usaha, serta melakukan pasar murah atau Gerakan Pangan Murah jika memang diperlukan,” tambahnya.

Disisi lain, Ia juga berharap memperkuat kerja sama dengan daerah lain untuk memastikan pasokan komoditas yang terbatas di daerah Kabupaten Beltim tetap tersedia.

“Saya berharap upaya pengendalian inflasi ini dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, sehingga stabilitas harga tetap terjaga, daya beli masyarakat tidak menurun, dan perekonomian daerah dapat terus berjalan dengan baik,” tutupnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kabupaten Beltim, Kepala Diskominfo SP Kabupaten Beltim, Royan Agusriadie, perwakilan pimpinan perangkat daerah teknis terkait dan perwakilan TPID Kabupaten Beltim.