Senada dengan hal tersebut, Pembina PIK-R SMAM Toboali, Bu Rahayu, menambahkan bahwa kehadiran tamu dari MAN 1 Pangkalpinang memberikan energi baru dan amunisi motivasi bagi para pengurus PIK-R di sekolahnya. Menurut Bu Rahayu, ajang seperti ini sangat krusial untuk mengasah kepekaan sosial serta keterampilan konseling anak didiknya.

Kegiatan inti diisi dengan sesi presentasi program kerja dari masing-masing pengurus PIK-R. Pengurus PIK-R MAN 1 Pangkalpinang memaparkan pelbagai kegiatan unggulan yang telah mereka jalankan, seperti edukasi bahaya pendewasaan usia perkawinan (PUP), pencegahan Triad KRR (Seks Bebas, HIV/AIDS, dan Napza), hingga teknik konseling sebaya yang interaktif.

Di sisi lain, PIK-R SMAM Toboali juga membagikan pengalaman mereka dalam mengelola kegiatan konseling yang memadukan pendekatan keagamaan dan kreativitas siswa. Diskusi berlangsung secara interaktif dan komunikatif, di mana para anggota saling melempar pertanyaan dan memberikan saran terkait kendala yang kerap dijumpai saat mengajak teman sebaya untuk aktif berorganisasi.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang belajar yang sangat kaya. Menurut kami, pertukaran pengalaman langsung dengan PIK-R MAN 1 Pangkalpinang membuat para siswa makin percaya diri dalam menjalankan fungsinya sebagai pendidik dan konselor sebaya. Kami di SMAM Toboali belajar banyak tentang manajemen media edukasi digital dari mereka,” ungkap Bu Rahayu.

Perwakilan pendamping PIK-R MAN 1 Pangkalpinang Bapak Ade Riski mengungkapkan harapan agar hasil dari kunjungan hari ini dapat membawa dampak nyata setelah para siswa kembali ke sekolah. Harapannya, program-program yang telah dipelajari dari SMAM Toboali dapat diadaptasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan konseling bagi remaja di MAN 1 Pangkalpinang.

Rangkaian acara kunjungan ini ditutup secara resmi dengan penyerahan kenang-kenangan atau cenderamata dari pihak PIK-R MAN 1 Pangkalpinang kepada SMAM Toboali, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan pendamping. Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan dalam mewujudkan remaja Bangka Belitung yang sehat, cerdas, dan ceria.