Ini Kata Bupati Babar terkait Pembangunan Pabrik Sawit Diduga Babat Hutan DAS Buton
Aktivitas tersebut kini mengancam ekosistem dan keanekaragaman hayati di wilayah tersebut. Pantauan di lapangan menunjukkan pohon-pohon besar telah hilang, dan sebagian aliran sungai mulai dikeruk serta dipasangi tanggul pipa berukuran 12 inci.
Perusahaan tersebut kabarnya bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit atau Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
Merespons kerusakan tersebut, tokoh masyarakat Dusun Tumbak, Muhammad Qosim Thaha Al Fatih, menyatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat pengaduan resmi kepada Bupati sejak 29 Juli 2026 lalu.
Surat tersebut ditembuskan ke dan Forkopimda Bangka Barat sepeti Kajari dan Kapolres serta sejumlah instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), ATR/BPN, BPD, Camat Jebus, hingga Kepala Desa Tumbakpetar.
“Kami sudah sampaikan surat agar mereka membuat tim terpadu untuk melakukan pemeriksaan atas kerusakan di wilayah yang digarap itu. Namun, sampai hari ini tim terpadu belum datang. Padahal saya yakin 100 persen pihak desa tahu tentang kehancuran sungai itu,” ujar Qosim saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2026) pagi.

