Membentuk Sikap Merasa Diawasi Allah Azza wa Jalla
Oleh: Sobirin — Dosen Penggiat Literasi
Apa Itu Merasa Diawasi Allah?
Merasa senantiasa diawasi oleh Allah Azza wa Jalla atau dalam istilah agama disebut murāqabah adalah kesadaran mendalam bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala melihat, mendengar, dan mengetahui segala gerak kita, baik yang tampak di luar maupun yang tersembunyi di dalam hati.
Murāqabah lahir dari keyakinan: bahwa Allah senantiasa mengawasi kita di setiap saat, di setiap tarikan nafas, dan di setiap kejapan mata. Tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya.
Ayat-Ayat yang Mengingatkan
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam dirimu, maka berhati-hatilah.”
[QS. Al-Baqarah: 235]
Al-Hāfiz Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan: Allah mengingatkan kita agar di dalam hati hanya tersimpan kebaikan, bukan keburukan. Karena apa yang tersembunyi di dalam hati pun tidak luput dari pengetahuan-Nya.²
Dan masih banyak ayat lain yang menegaskan hal ini:
* “Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.” [QS. Al-Ahzāb: 52]
* “Dia menyertai kalian di mana pun kalian berada.” [QS. Al-Hadīd: 4
* “Tidakkah ia tahu bahwa Allah melihatnya?” [QS. Al-‘Alaq: 14]
* “Sesungguhnya engkau senantiasa berada dalam pengawasan mata Kami.” [QS. Ath-Thūr: 48]
* “Allah mengetahui pandangan mata yang berkhianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” [QS. Ghāfir: 19]
Inti Segala Ibadah: Ihsan

