Paripurna HUT ke-292 Kota Mentok: Menjaga Pusaka Sejarah, Membangun Masa Depan Inklusif
“Masih banyak PR yang diselesaikan bersama. Pembangunan tidak cukup dinilai dari pembangunan infrastruktur atau fisik. Tapi harus memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Markus menyampaikan dengan tema “Dari Pusaka untuk Masa Depan, Mentok untuk Semua”, Markus menegaskan warisan budaya harus menjadi modal untuk membangun Mentok sebagai kota modern, inklusif dan berdaya saing.
“Pusaka ini adalah modal sosial, identitas, dan fondasi dasar bagi arah pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah pembangunan terus dilakukan, termasuk revitalisasi cagar budaya, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif serta penataan infrastruktur yang ramah bagi anak, lansia dan penyandang disabilitas.
Tahun ini, pemerintah juga menata kawasan Taman Lokomobil dan Lapangan Gelora Mentok yang diharapkan menjadi daya tarik baru pariwisata Bangka Barat.
“Pemerintah sedang menata kawasan Taman Lokomobil dan Lapangan Gelora Mentok yang nantinya akan menjadi magnet yang kuat untuk kemajuan pariwisata Bangka Barat,” kata Markus.
Markus mengajak pemerintah, aparat keamanan, swasta, tokoh masyarakat dan generasi muda memperkuat kolaborasi agar Mentok tumbuh sebagai pusat pertumbuhan baru tanpa kehilangan wajah humanis dan budayanya.

