Krisis penerbangan ini sempat memicu pembatalan sedikitnya 14 penerbangan di Bandara Depati Amir dalam kurun dua hari berturut-turut, menyusul pembatasan ruang udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Suasana terminal yang sempat lengang kini kembali ramai oleh aktivitas pendaftaran ulang (rebooking), pengurusan pengembalian tiket (refund), hingga proses keberangkatan penumpang.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Depati Amir, Muhamad Haekal, menjelaskan bahwa keselamatan penerbangan menjadi alasan utama penutupan sementara sebelumnya. Pihak bandara bekerja penuh mengawasi dinamika cuaca dan arah pergerakan debu vulkanik bersama BMKG, AirNav, serta pemangku kepentingan penerbangan lainnya.

Kini, seluruh fasilitas terminal beroperasi penuh untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang pascapembukaan rute. Pihak otoritas bandara meminta seluruh calon penumpang tetap sigap memantau pembaruan informasi dari masing-masing maskapai sebelum mendatangi area keberangkatan.