Penelitian multidisiplin yang diketuai Dr. Moh. Mualliful Ilmi (ahli kimia BRIN) ini tak berhenti di Bukit Batu Kepale. Pada eksplorasi susulan tanggal 25–27 Agustus 2026, tim berhasil menemukan lokasi baru jejak aktivitas manusia masa lalu di kawasan Aik Sibut, kaki Bukit Nenek.

Di lokasi baru tersebut, para ilmuwan menemukan fragmen gerabah serta artefak lain yang mengindikasikan adanya aktivitas domestik, seperti pola permukiman dan pengolahan makanan pada masa lampau.

“Jejak manusia masa lalu di Desa Gudang ternyata tidak terfokus di Bukit Batu Kepale saja. Temuan gerabah di Aik Sibut memberikan gambaran bahwa kawasan ini memiliki potensi arkeologis yang lebih luas. Dugaan kami, Bangka berperan sebagai jalur penghubung penting antara Sumatra Selatan dengan wilayah sekitarnya,” terang Dr. Moh. Mualliful Ilmi.

Riset berkelanjutan yang didampingi oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Bangka Selatan, BKSDA Sumatra Selatan perwakilan Babel, Disbudparpora, serta tokoh masyarakat setempat ini makin memperkuat potensi Desa Gudang mulai dari Bukit Batu Kepale, Aik Sibut, hingga Bukit Permisan sebagai satu kesatuan bentang alam situs prasejarah yang utuh.