Polisi Tertibkan 70 Ponton Tambang di DAS Kerekai-Jade Bahrin
“Sebelumnya kita sudah memberikan imbauan pada tanggal 26 Agustus dan 3 September. Hari ini kita kembali melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada aktivitas penambangan,” ujarnya.
Menurut Aria, keberadaan puluhan ponton tersebut menjadi perhatian kepolisian. Para pekerja tambang diminta tidak kembali mengoperasikan ponton dan segera memindahkannya dari kawasan DAS.
“Kita sudah sampaikan kepada para pekerja tambang agar tidak melakukan aktivitas penambangan di kawasan DAS dan segera menggeser ponton-ponton yang ada di lokasi,” tegasnya.
Dia menegaskan, kepolisian akan mengambil tindakan jika masih ditemukan aktivitas penambangan setelah imbauan diberikan.
“Apabila setelah dilakukan imbauan masih ditemukan aktivitas penambangan di lokasi tersebut, tentunya akan kita lakukan tindakan kepolisian berupa penertiban,” katanya.
Aria berharap para penambang mematuhi imbauan yang telah disampaikan petugas.
“Kami mengharapkan masyarakat dapat memahami imbauan yang sudah kita sampaikan. Jangan sampai setelah kita imbau masih melakukan aktivitas, karena tentu akan ada langkah penertiban,” ujarnya.
Dalam monitoring tersebut, tim gabungan juga bertemu dengan sejumlah penambang di kawasan Jade Bahrin. Petugas memberikan imbauan secara langsung agar aktivitas penambangan dihentikan.
“Tadi kita juga bertemu dengan para penambang. Kita sampaikan secara langsung untuk tidak melakukan aktivitas penambangan dan segera menggeser ponton dari kawasan DAS,” jelas Aria.
Dia menambahkan, monitoring akan terus dilakukan terhadap lokasi-lokasi yang menjadi perhatian kepolisian.
“Kita akan terus melakukan monitoring terhadap lokasi-lokasi yang memang menjadi perhatian, khususnya aktivitas penambangan ilegal di kawasan DAS,” pungkasnya.

