Atasi Overload Pasar Pagi, Pemkot Pangkalpinang Kaji Pembangunan Pasar Baru di Gerunggang dan Air Itam
Saparudin menyebut wilayah Gerunggang dan Air Itam menjadi dua lokasi yang tengah dikaji karena dinilai memiliki potensi sebagai lokasi pasar baru.
“Memang Pangkalpinang dengan perkembangan kota ini, kita membutuhkan beberapa pasar baru. Kami sedang melakukan survei terhadap titik-titik lokasi yang cukup strategis, sehingga memudahkan akses masyarakat untuk bisa pergi dan pulang ke pasar itu,” ungkapnya.
Ia menargetkan pembangunan pasar baru dapat mulai direalisasikan secara bertahap. Untuk salah satu lokasi, Pemkot telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan dan membuka peluang pembangunan dimulai pada 2027.
“Kalau secepatnya, tahun 2027 mungkin di ABT sudah ada. Kemarin kita sudah anggarkan untuk pembebasan lahan untuk pasar itu,” tuturnya.
Untuk kebutuhan lahan, Pemkot minimal membutuhkan area sekitar setengah hektare. Namun, Saparudin berharap tersedia lahan hingga satu hektare agar pembangunan pasar dapat dilengkapi fasilitas parkir yang memadai.
“Kita minimal minta paling tidak setengah hektare, termasuk dengan parkir. Kalau bisa sih satu hektare, tapi susah mencari lahan satu hektare satu hamparan yang tempatnya strategis,” katanya.
Selain menata bagian dalam pasar, Pemkot juga akan melanjutkan penertiban pedagang yang masih menggunakan trotoar. Saparudin menyebut penggunaan badan jalan oleh pedagang sudah mulai ditertibkan, namun masih terdapat aktivitas perdagangan yang memanfaatkan trotoar.
“Kalau yang memakai badan jalan sudah tidak ada lagi. Tapi masih makan trotoar. Nanti tahap kedua kita penertiban lagi,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemkot Pangkalpinang juga menyiapkan sejumlah perbaikan infrastruktur pasar. Perbaikan antara lain menyasar Pasar Pangkalpinang dan Pasar Paritlalang, sementara Pasar Pagi akan mendapat pengaspalan di bagian dalam yang kondisinya mengalami kerusakan.
“Kalau Pasar Pagi kita ada pengaspalan di dalam, yang rusak-rusak itu kita aspal full di dalam,” jelas Saparudin.

