Integrasi Pengetahuan dan Bioteknologi: Etnobotani menjadi langkah awal mengidentifikasi tumbuhan berpotensi senyawa bioaktif dan bernilai nutrisi tinggi untuk dikembangkan menjadi produk pangan fungsional serta kesehatan.

Pendekatan Inovasi: Pengembangannya dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu plant-centered (mengidentifikasi potensi dari jenis tumbuhan) dan function-centered (berangkat dari kebutuhan spesifik kesehatan konsumen).

Alur Pengembangan Produk: Dimulai dari pemanfaatan keanekaragaman hayati, penelitian bioteknologi pangan, formulasi produk, hingga tahap komersialisasi guna menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat dan UMKM.

Selain memaparkan potensi inovasi, Prof. Wawan menekankan pentingnya menjaga aspek keberlanjutan ekosistem. Menanggapi pertanyaan peserta terkait risiko eksploitasi di alam, ia menegaskan perlunya keseimbangan antara ekstraksi dan budidaya terencana agar pemanfaatan komersial tidak merusak populasi tumbuhan liar.

Melalui penyelenggaraan BioZone 12th International ini, HIMABIO UBB menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan ruang pertukaran gagasan bagi generasi muda, menghubungkan ilmu biologi dengan bioteknologi, keberlanjutan lingkungan, serta kebutuhan masyarakat masa depan.