Atasi Antrean Mengular di SPBU, Pemkab Beltim Kaji Pengaturan Jam Pengisian BBM
Khairil menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengkaji opsi pengaturan waktu pengisian BBM. Pengaturan ini bertujuan memberikan prioritas bagi masyarakat yang membutuhkan BBM untuk operasional sehari-hari, seperti mengantar anak sekolah atau pergi ke pasar, sekaligus menata aktivitas pengerit atau pembeli BBM untuk dijual kembali. Mengingat jumlah SPBU di Beltim masih terbatas, keterjangkauan akses masyarakat menjadi perhatian penting pemerintah daerah.
Untuk memastikan keteraturan di lapangan, Pemkab Beltim berencana memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH), kejaksaan, dan kepolisian melalui penyiapan sidak terpadu. Pengawasan ketat ini akan dievaluasi secara berkala untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.
Di sisi penyedia energi, Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Belitung, Rafli Alhaq, menjamin bahwa stok dan distribusi BBM untuk wilayah Belitung Timur dalam kondisi aman. Khusus SPBU Gantung, Pertamina secara rutin menyalurkan Pertalite sebanyak 16 hingga 24 kiloliter (KL) per hari dengan stok harian di lokasi mencapai lebih dari 13 KL.
Selain menyepakati pemajuan jam operasional menjadi pukul 06.00 WIB, Pertamina bersama pengelola SPBU juga menindaklanjuti temuan ketidaksesuaian antara barcode dengan fisik kendaraan di lapangan. Pertamina turut mempercepat proses perbaikan salah satu dispenser Pertalite di SPBU Gantung yang sempat mengalami kerusakan, yang diperkirakan dapat beroperasi normal kembali dalam waktu dua hari demi mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

