Beruntung, beberapa unit rumah layak huni permanen bantuan dari Bank Sumsel Babel yang terletak tepat di samping lokasi bedeng berhasil selamat dari amukan api.

Penyebab Masih Diselidiki Polisi

Mengenai penyebab pasti kebakaran, Adhian menegaskan bahwa hal tersebut merupakan wewenang penuh pihak kepolisian. Saat ini, beberapa spekulasi dan dugaan awal sudah mulai berkembang di tengah masyarakat setempat.

“Penyebab kejadian masih diselidiki oleh Polsek Jebus, mereka yang memiliki kewenangan untuk menyampaikannya. Dugaan yang beredar di masyarakat ada yang bilang korsleting listrik, ada yang bilang sengaja dibakar oleh pemilik rumah. Namun kita belum ada bukti, susah untuk menetapkan penyebab utamanya karena itu ranah kepolisian,” kata Adhian.

Kondisi Korban dan Penanganan Pasca-Kebakaran

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun seluruh korban dilaporkan mengalami trauma dan syok berat. Bahkan, beberapa korban sempat pingsan di lokasi karena menyaksikan tempat tinggal beserta harta benda mereka habis dilahap api. Untuk sementara waktu, keempat KK tersebut diungsikan ke rumah tetangga terdekat dan sanak saudara mereka.

Pemerintah Kecamatan Parittiga memastikan langkah penanggulangan pasca-kebakaran telah berjalan dengan berkoordinasi bersama Dinas Sosial (Dinsos) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

“Insyaallah dalam satu dua hari ini Dinsos akan menyalurkan bantuan langsung berupa pakaian dan makanan. Sementara dari Dinas Perkim akan menghitung kerugian bangunan. Kita akan upayakan ada pembangunan rumah baru layak huni untuk keempat KK ini, entah dari pihak ketiga atau seperti apa nanti,” tambah Adhian.

Selain itu, Camat juga telah menginstruksikan Pemerintah Desa Cupat untuk segera mencairkan anggaran desa yang bersifat darurat atau bantuan langsung agar bisa segera disalurkan kepada para korban terdampak.