Ia berharap semakin banyak pihak memberikan dukungan terhadap generasi muda dan perkembangan seni musik di Bangka Belitung. Menurutnya, banyak anak memiliki potensi untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional, namun kesempatan tersebut kerap terkendala biaya.

“Harapannya banyak support dari teman-teman seniman di Babel, khususnya musik, karena belum banyak yang memperhatikan. Kami ingin membuka jaringan nasional dan internasional, karena banyak siswa yang punya potensi tetapi tidak semua orang mampu mendukung dari sisi pembiayaan,” katanya.

Cantabile Music didirikan Alfris Sarwinto pada 2019 sebagai lembaga kursus musik yang menyediakan pembelajaran vokal, gitar, biola, drum hingga piano.

Seiring perkembangannya, Cantabile kini memiliki sekitar 300 siswa. Selain mengembangkan kemampuan musik secara individual, lembaga tersebut mulai memperkuat pembelajaran musik tradisional dan etnik Bangka Belitung.

Sejak 2023, Alfris bersama para pelatih mulai membentuk tim yang terdiri dari siswa dan guru untuk menggarap musik tradisional etnik.

“Mulai 2023 kami membentuk tim siswa dan guru menjadi tim musik tradisional etnik yang akan kami bawakan. Kami ingin mengangkat komposisi dan instrumen yang menjadi identitas daerah,” ujarnya.

Dari proses tersebut, para siswa kemudian mendapat kesempatan mengikuti berbagai festival dan kegiatan musik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Cantabile tercatat telah mengikuti sejumlah kegiatan internasional sejak 2022, termasuk di Penang, Malaysia, Bali, Singapura hingga Korea. Sebelumnya, sebagian besar penampilan dilakukan dalam kategori solois dan vokal. Kini, Cantabile membawa format kelompok musik yang mengangkat identitas musik tradisional Bangka Belitung. **