Atasi Antrean SPBU, Pemkab Beltim Minta Penjual BBM Eceran Tak Patok Harga Terlalu Tinggi
Khairil mengatakan, pihaknya bersama Forkopimda Beltim telah memberikan imbauan kepada para pemilik kios agar BBM yang diperoleh dapat langsung dijual kepada masyarakat.
Menurutnya, upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat tidak seluruhnya bertumpu pada SPBU. Namun, ia tetap meminta agar BBM eceran dijual dengan harga yang wajar sehingga masyarakat tidak semakin terbebani.
“Supaya tidak semuanya di SPBU. Kita upayakan mereka untuk gelar. Dengan harga yang kewajaran lah. Jangan sampai masyarakat juga terasa terhimpit dengan ekonomi yang saat ini masih kita anggap belum baik-baik saja,” ujarnya.
Sementara itu, Khairil masih menyoroti waktu operasional SPBU Kelapa Kampit. Saat dilakukan pemantauan, SPBU tersebut baru mulai beroperasi sekitar pukul 06.20 WIB, sementara berdasarkan kesepakatan dalam rapat sebelumnya seluruh SPBU di Beltim diharapkan sudah mulai beroperasi pada pukul 06.00 WIB.
“Cuman mereka ini masih untuk buka hari ini baru jam 6 lewat 20, belum jam 6. Yang sesuai kesepakatan waktu rapat pertama, bahwa semua SPBU kita harapkan jam 6 sudah operasional. Nah, mereka kita sudah yang himbau juga,” katanya.
Peninjauan di Kelapa Kampit merupakan rangkaian pemantauan distribusi BBM yang dilakukan Wakil Bupati bersama Forkopimda Beltim sejak awal pekan. Sebelumnya, peninjauan dilakukan di SPBU Gantung pada Senin, kemudian berlanjut ke SPBU Manggar dan sejumlah kios penjual BBM eceran pada Selasa.

